Segala puji bagi Allah yg telah menghiasi hidup ini dengan cahaya kasih sayanknya yg telah meruah penuh hingga kemilaunya meresap pada tiap kalbu yg selalu tertunduk akan kebesarannya. karena itu kalbu orang yang beriman selalu bersinar dan menyinari segala tatap dan langkah pada tiap titian kehidupannya sampai akhirnya dapat menyingkapkan tabir kerinduan pada sang kekasih pujaan Allah SWT.
Kalbu atau hati ibarat cermin, kalau cermin itu bersih dari kotoran dan noda, maka segalanya dapat terlihat, namun kebalikannya apabila cermin itu kotor maka kita tidak dapat lagi membedakan suatu rupa yg baik atau buruk. lalu bagaimana caranya agar hati ini bersih kembali yaitu dengan segera bertaubat ,dan bersungguh-sungguh untuk memelihara hatinya agar tetap bersih. Rasulullah SAW memberikan solusi lain agar hati ini tetap bersih yaitu banyak mengingat mati ,membaca Alqur'an, dan berdzikir .
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar berkata : Wahai Rasulullah dimanakah Allah..,dibumi atau dilangit..?,maka beliau menjawab..:didalan hati hamba2nya yang beriman. Didalam sebuah hadist Qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman : Bumi dan langitku tidak dapat memuatku, tetapi hati hambaku yg berimanlah yg lemah lembut dan tenang yg dapat memuatku. Karena itu Umar berkata : ' Hatiku melihat Tuhanku..'
Karena itu kita dianjurkan untuk berdo'a agar Allah selalu mengisi kisi kalbu ini hingga segala karunia dan kemuliaan illahi selalu terbuka dan menyemayam abadi. Banyak cara agar kita selalu berdekatan dengan Allah SWT, salah satunya adalah dengan selalu mengingatnya dalam tiap riak kehidupan sehingga bilur kerinduan untuk berjumpa dengannya akan tersemai subur dan indah. Dalam sebuah hadist qudsi dikatakan Didalam hati orang-orang yang selalu berbuat baik ada sebuah kerinduan untuk berjumpa denganku, Padahal kerinduanku untuk berjumpa dengan mereka adalah lebih besar lagi. Maka barangsipa yg memiliki kebahagiaan ini maka ia menjadi orang alim yang Rabbani, hal ini juga dikatakan oleh Ali ra bahwa Allah mempunyai tempat di buminya, yaitu Hati. Hati yang lembut terhadap saudara-saudaranya seagama, Hati yg teguh dalam urusan agamanya, dan Hati yang jernih dalam keyakinannya.
Rasulullah SAW meriwayatkan dalam sebuah Hadist Qudsi : Aku [ Allah SWT ] mendatangi mereka dengan wajahku . Tahukah engkau jika aku menghadapkan wajahku padanya, dan apakah yang akan kuberikan padanya..?, yaitu kuberikan cahayaku yg aku lemparkan kedalam hati mereka, maka mereka mengabarkan tentangku sebagaimana aku mengabarkan tentang mereka.
Sesungguhnya orang-orang mukmin berjalan diatas cahaya Allah SWT sehingga ia tidak takut lagi kecuali kepada allah SWT, tidak cemas kecuali kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah SWT, maka ketika itulah Allah menjadi pendengar yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya , menjadi tangan yang ia memegang tangannya, dan mejadi kaki yang ia berjalan dengannya, subhanallah..
Terakhir , bahwa Hati ini memiliki pintu yang padanya setan menembus menuju pintunya yang behubungan dengan alam ghaib, setan membisikan didalamnya sebagaimana Malaikat membisikkan. Sifat tercela merupakan tempat setan menuju hati, oleh karena itu dengan Bismillah dan selalu berdo'a agar kita membuka hati ini dengan cahaya Illahi dan menutupnya dari tiap intaian pandangan syaitan yg menyesatkan.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Jumat, 17 Desember 2010
Bagaimana Dengan Hatimu
Segala puji bagi Allah yg telah menghiasi hidup ini dengan cahaya kasih sayanknya yg telah meruah penuh hingga kemilaunya meresap pada tiap kalbu yg selalu tertunduk akan kebesarannya. karena itu kalbu orang yang beriman selalu bersinar dan menyinari segala tatap dan langkah pada tiap titian kehidupannya sampai akhirnya dapat menyingkapkan tabir kerinduan pada sang kekasih pujaan Allah SWT.
Kalbu atau hati ibarat cermin, kalau cermin itu bersih dari kotoran dan noda, maka segalanya dapat terlihat, namun kebalikannya apabila cermin itu kotor maka kita tidak dapat lagi membedakan suatu rupa yg baik atau buruk. lalu bagaimana caranya agar hati ini bersih kembali yaitu dengan segera bertaubat ,dan bersungguh-sungguh untuk memelihara hatinya agar tetap bersih. Rasulullah SAW memberikan solusi lain agar hati ini tetap bersih yaitu banyak mengingat mati ,membaca Alqur'an, dan berdzikir .
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar berkata : Wahai Rasulullah dimanakah Allah..,dibumi atau dilangit..?,maka beliau menjawab..:didalan hati hamba2nya yang beriman. Didalam sebuah hadist Qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman : Bumi dan langitku tidak dapat memuatku, tetapi hati hambaku yg berimanlah yg lemah lembut dan tenang yg dapat memuatku. Karena itu Umar berkata : ' Hatiku melihat Tuhanku..'
Karena itu kita dianjurkan untuk berdo'a agar Allah selalu mengisi kisi kalbu ini hingga segala karunia dan kemuliaan illahi selalu terbuka dan menyemayam abadi. Banyak cara agar kita selalu berdekatan dengan Allah SWT, salah satunya adalah dengan selalu mengingatnya dalam tiap riak kehidupan sehingga bilur kerinduan untuk berjumpa dengannya akan tersemai subur dan indah. Dalam sebuah hadist qudsi dikatakan Didalam hati orang-orang yang selalu berbuat baik ada sebuah kerinduan untuk berjumpa denganku, Padahal kerinduanku untuk berjumpa dengan mereka adalah lebih besar lagi. Maka barangsipa yg memiliki kebahagiaan ini maka ia menjadi orang alim yang Rabbani, hal ini juga dikatakan oleh Ali ra bahwa Allah mempunyai tempat di buminya, yaitu Hati. Hati yang lembut terhadap saudara-saudaranya seagama, Hati yg teguh dalam urusan agamanya, dan Hati yang jernih dalam keyakinannya.
Rasulullah SAW meriwayatkan dalam sebuah Hadist Qudsi : Aku [ Allah SWT ] mendatangi mereka dengan wajahku . Tahukah engkau jika aku menghadapkan wajahku padanya, dan apakah yang akan kuberikan padanya..?, yaitu kuberikan cahayaku yg aku lemparkan kedalam hati mereka, maka mereka mengabarkan tentangku sebagaimana aku mengabarkan tentang mereka.
Sesungguhnya orang-orang mukmin berjalan diatas cahaya Allah SWT sehingga ia tidak takut lagi kecuali kepada allah SWT, tidak cemas kecuali kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah SWT, maka ketika itulah Allah menjadi pendengar yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya , menjadi tangan yang ia memegang tangannya, dan mejadi kaki yang ia berjalan dengannya, subhanallah..
Terakhir , bahwa Hati ini memiliki pintu yang padanya setan menembus menuju pintunya yang behubungan dengan alam ghaib, setan membisikan didalamnya sebagaimana Malaikat membisikkan. Sifat tercela merupakan tempat setan menuju hati, oleh karena itu dengan Bismillah dan selalu berdo'a agar kita membuka hati ini dengan cahaya Illahi dan menutupnya dari tiap intaian pandangan syaitan yg menyesatkan.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Kalbu atau hati ibarat cermin, kalau cermin itu bersih dari kotoran dan noda, maka segalanya dapat terlihat, namun kebalikannya apabila cermin itu kotor maka kita tidak dapat lagi membedakan suatu rupa yg baik atau buruk. lalu bagaimana caranya agar hati ini bersih kembali yaitu dengan segera bertaubat ,dan bersungguh-sungguh untuk memelihara hatinya agar tetap bersih. Rasulullah SAW memberikan solusi lain agar hati ini tetap bersih yaitu banyak mengingat mati ,membaca Alqur'an, dan berdzikir .
Diriwayatkan oleh Ibnu Umar berkata : Wahai Rasulullah dimanakah Allah..,dibumi atau dilangit..?,maka beliau menjawab..:didalan hati hamba2nya yang beriman. Didalam sebuah hadist Qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman : Bumi dan langitku tidak dapat memuatku, tetapi hati hambaku yg berimanlah yg lemah lembut dan tenang yg dapat memuatku. Karena itu Umar berkata : ' Hatiku melihat Tuhanku..'
Karena itu kita dianjurkan untuk berdo'a agar Allah selalu mengisi kisi kalbu ini hingga segala karunia dan kemuliaan illahi selalu terbuka dan menyemayam abadi. Banyak cara agar kita selalu berdekatan dengan Allah SWT, salah satunya adalah dengan selalu mengingatnya dalam tiap riak kehidupan sehingga bilur kerinduan untuk berjumpa dengannya akan tersemai subur dan indah. Dalam sebuah hadist qudsi dikatakan Didalam hati orang-orang yang selalu berbuat baik ada sebuah kerinduan untuk berjumpa denganku, Padahal kerinduanku untuk berjumpa dengan mereka adalah lebih besar lagi. Maka barangsipa yg memiliki kebahagiaan ini maka ia menjadi orang alim yang Rabbani, hal ini juga dikatakan oleh Ali ra bahwa Allah mempunyai tempat di buminya, yaitu Hati. Hati yang lembut terhadap saudara-saudaranya seagama, Hati yg teguh dalam urusan agamanya, dan Hati yang jernih dalam keyakinannya.
Rasulullah SAW meriwayatkan dalam sebuah Hadist Qudsi : Aku [ Allah SWT ] mendatangi mereka dengan wajahku . Tahukah engkau jika aku menghadapkan wajahku padanya, dan apakah yang akan kuberikan padanya..?, yaitu kuberikan cahayaku yg aku lemparkan kedalam hati mereka, maka mereka mengabarkan tentangku sebagaimana aku mengabarkan tentang mereka.
Sesungguhnya orang-orang mukmin berjalan diatas cahaya Allah SWT sehingga ia tidak takut lagi kecuali kepada allah SWT, tidak cemas kecuali kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah SWT, maka ketika itulah Allah menjadi pendengar yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya , menjadi tangan yang ia memegang tangannya, dan mejadi kaki yang ia berjalan dengannya, subhanallah..
Terakhir , bahwa Hati ini memiliki pintu yang padanya setan menembus menuju pintunya yang behubungan dengan alam ghaib, setan membisikan didalamnya sebagaimana Malaikat membisikkan. Sifat tercela merupakan tempat setan menuju hati, oleh karena itu dengan Bismillah dan selalu berdo'a agar kita membuka hati ini dengan cahaya Illahi dan menutupnya dari tiap intaian pandangan syaitan yg menyesatkan.
Wassalamu'alaikum wr wb.
Kamis, 16 Desember 2010

4 Golongan Lelaki Ahli Neraka
________________________________________
Di hari akhirat, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :
1. Ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar shalat, mengaji & sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak-tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, seperti tidak pernah lalai shalat, puasa tidak ketinggalan. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.
3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga saudara wanita jatuh ke pangkuan abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.
4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu berbuat kemungkaran, pengumpat, & sebagainya, maka anak itu akan ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.
Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.
Firman ALLAH SWT: "HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA, JIN DAN BATU-BATU..."
Harga seorang muslim adalah sangat berharga. Allah SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (siapa pun yang mengucapkan kalimah tauhid), oleh karena itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yang Allah SWT berikan pada kita. WAllohu A'lam Bi Showab
Rabu, 15 Desember 2010
CARILAH ALLAH BUKAN SYURGANYA
Tuan Syurga lebih utama daripada Syurga-Nya
Carilah Tuhan , jangan cari fadhilat-Nya
Dapat Tuhan, dapat segala-galanya
Cari Tuhan karena kita hendak menghambakan diri kita kepada-Nya
Cari Syurga atau fadhilat-Nya
Artinya hendak membesarkan nikmat Tuhannya
Mengapa hendak memperbesar diri kepada makhluk??
Menghambakan diri kepada Khalik kan lebih utama
Mengejar fadhilat, rasa berTuhan tidak ada
Jika rasa berTuhan tidak ada,rasa kehambaan pun tidak ada
Sedangkan fungsi hamba adalah melahirkan rasa kehambaan
Kalau rasa kehambaan tidak ada
Mazmumah tidak akan dapat dimusnahkan
Karena itu orang yang beribadah
Karena Syurga atau fadhilat
Perangainya tidak berubah
Bahkan adakalanya ibadahnya itulah
Yang menyuburkan mazmumahnya
Mengapa beribadah karena Syurga dan fadhilat??
Syurga dan fadhilat adalah hak Tuhan
Yang memang telah ditentukan-Nya
Carilah Tuhan
Dapat Tuhan, Syurga dan fadhilat-Nya dapat juga
Karena itu Syurga dan fadhilatnya tidak perlu difikirkan
Cari Syurga atau fadhilat
Syurga atau fadhilat belum tentu dapat
Tuhan sudah tentu tidak dapat
Yang hendak kita cintai adalah Tuhan
Karena Dia Pencipta kita
Bukan Syurga dan fadhilat yang hendak kita cintai
Betulkan semula fungsi ibadah kita
Agar tujuan ibadah itu tepat kepada sasarannya
Carilah Tuhan , jangan cari fadhilat-Nya
Dapat Tuhan, dapat segala-galanya
Cari Tuhan karena kita hendak menghambakan diri kita kepada-Nya
Cari Syurga atau fadhilat-Nya
Artinya hendak membesarkan nikmat Tuhannya
Mengapa hendak memperbesar diri kepada makhluk??
Menghambakan diri kepada Khalik kan lebih utama
Mengejar fadhilat, rasa berTuhan tidak ada
Jika rasa berTuhan tidak ada,rasa kehambaan pun tidak ada
Sedangkan fungsi hamba adalah melahirkan rasa kehambaan
Kalau rasa kehambaan tidak ada
Mazmumah tidak akan dapat dimusnahkan
Karena itu orang yang beribadah
Karena Syurga atau fadhilat
Perangainya tidak berubah
Bahkan adakalanya ibadahnya itulah
Yang menyuburkan mazmumahnya
Mengapa beribadah karena Syurga dan fadhilat??
Syurga dan fadhilat adalah hak Tuhan
Yang memang telah ditentukan-Nya
Carilah Tuhan
Dapat Tuhan, Syurga dan fadhilat-Nya dapat juga
Karena itu Syurga dan fadhilatnya tidak perlu difikirkan
Cari Syurga atau fadhilat
Syurga atau fadhilat belum tentu dapat
Tuhan sudah tentu tidak dapat
Yang hendak kita cintai adalah Tuhan
Karena Dia Pencipta kita
Bukan Syurga dan fadhilat yang hendak kita cintai
Betulkan semula fungsi ibadah kita
Agar tujuan ibadah itu tepat kepada sasarannya
Selasa, 14 Desember 2010
Istiqamah Di Zaman Modern
________________________________________
Istiqamah artinya teguh hati, taat asas, atau konsisten.
Meskipun tidak semua orang bisa bersikap istiqamah, namun
memeluk agama, untuk memperoleh hikmahnya secara optimal,
sangat memerlukan sikap itu. Allah menjanjikan demikian:
"Dan seandainya mereka itu bersikap istiqamah di atas
jalan kebenaran, maka pastilah Kami siramkan kepada mereka
air yang melimpah." (QS. Al-Jinn/72:16). Air adalah
lambang kehidupan dan lambang kemakmuran. Maka Allah
menjanjikan mereka yang konsisten mengikuti jalan yang
benar akan mendapatkan hidup yang bahagia.
Tentu saja keperluan kepada sikap istiqamah itu ada pada
setiap masa, dan mungkin lebih-lebih lagi diperlukan di
zaman modern ini. Karena kemodernan (modernitas,
modernity) bercirikan perubahan. Bahkan para ahli
menyebutkan bahwa kemodernan ditandai oleh "perubahan yang
terlembagakan" (institutionalized change). Artinya, jika
pada zaman-zaman sebelumnya perubahan adalah sesuatu yang
"luar biasa" dan hanya terjadi di dalam kurun waktu yang
amat panjang, di zaman modern perubahan itu merupakan
gejala harian, dan sudah menjadi keharusan. Lihat saja,
misalnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
terutama teknologi microchip (harfiah: kerupuk kecil)
dalam teknologi elektronika. Siapa saja yang mencoba
bertahan pada suatu bentuk produk, baik dia itu produsen
atau konsumen, pasti akan tergilas dan merugi sendiri.
Karena itulah maka "Lembah Silikon" atau Silicon Valley di
California selalu diliputi oleh ketegangan akibat
kompetisi yang amat keras.
Adanya kesan bahwa "perubahan yang terlembagakan" itu
tidak memberi tempat istiqamah adalah salah. Kesalahan itu
timbul antara lain akibat persepsi bahwa istiqamah
mengandung makna yang statis. Memang istiqamah mengandung
arti kemantapan, tetapi tidak berarti kemandekan.
Melainkan lebih dekat kepada arti stabilitas yang dinamis.
Dapat dikiaskan dengan kendaraan bermotor: semakin tinggi
teknologi suatu mobil, semakin mampu dia melaju dengan
cepat tanpa guncangan. Maka disebut mobil itu memiliki
stabilitas atau istiqamah. Dan mobil disebut dengan stabil
bukanlah pada waktu ia berhenti, tapi justru ketika dia
melaju dengan cepat.
Maka begitu pula dengan hidup di zaman modern ini. Kita
harus bergerak, melaju, namun tetap stabil, tanpa goyah.
Ini bisa saja terwujud kalau kita menyadari dan meyakini
apa tujuan hidup kita, dan kita dengan setia mengarahkan
diri kepadanya, sama dengan mobil yang stabil terus melaju
ke depan, tanpa terseot ke kanan-kiri. Lebih-lebih lagi,
yang sebenarnya mengalami "perubahan yang terlembagakan"
dalam zaman modern ini hanyalah bidang-bidang yang
bersangkutan dengan "cara" hidup saja, bukan esensi hidup
itu sendiri dan tujuannya. Ibarat perjalanan
Jakarta-Surabaya, yang mengalami perubahan hanyalah alat
transportasinya, mulai dari jalan kaki, sampai naik
pesawat terbang. Tujuannya sendiri tidak terpengaruh oleh
"cara" menempuh perjalanan itu sendiri.
Maka ibarat mobil yang stabil yang mampu melaju dengan
cepat, begitu pula orang yang mencapai istiqamah tidak
akan goyah, apalagi takut, oleh lajunya perubahan. Dia
hidup dinamis, berjalan di atas kebenaran demi kebenaran,
untuk sampai akhirnya kembali kepada Tuhan, sang Kebenaran
Mutlak dan Abadi. Dan kesadaran akan hidup menuju Tuhan
itulah yang akan memberi kebahagiaan sejati sesuai janji
Tuhan di atas.
Senin, 13 Desember 2010
Ghazwul Fikri [Perang Pemikiran]
Fenomena Ghazwul Fikri [Perang Pemikiran]
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, 'Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah 'Penghapus!', jika saya angkat penghapus, maka katakanlah 'Kapur!'. Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tentu saja murid-murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit.
Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. 'Anak-anak, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik nilai.'
'Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, selingkuh dan zinah tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, materialistis dan permisive kini menjadi suatu gaya hidup pilihan, tawuran menjadi trend pemuda... dan lain lain.'
'Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?' tanya Ibu Guru kepada murid-muridnya. 'Paham buu...'
'Baik permainan kedua...' begitu Bu Guru melanjutkan. 'Bu Guru punya Qur'an, Ibu letakkan di tengah karpet. Nah, sekarang kalian berdiri di luar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet?' Nah, nah, nah. Murid-muridnya berpikir keras.
Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya, dan ia ambil Qur'annya. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet.
'Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya... Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan... Karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah. Preman pun tak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.'
'Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan...'
'Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian, dan lain-lain, sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka... Dan itulah yang mereka inginkan.'
'Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri [perang pemikiran]. Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kalian... Paham anak-anak?' 'Paham buu!'
'Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Islam, Bu?' tanya mereka. 'Sesungguhnya dahulu mereka terang-terangan menyerang, semisal Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.' 'Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya ambruk. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar.'
Kalau saja ummat Islam di Ambon tidak diserang, mungkin umat Islam akan lengah terhadap sesuatu yang sebenarnya selalu mengincar mereka. Paham anak-anak?' 'Paham Buu..' 'Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang...'
Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
Wassalam Wr.Wb.
Langganan:
Postingan (Atom)