galeri

galeri
islamic

Senin, 20 Desember 2010

CINTA DALAM ISLAM

Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.

sungguh luar biasa Indonesia ini. di kala masyarakat lg berduka , di probolinggo, di merapi dan sebagainya justru malah Presiden berhura-hura lihat bola, bahkan membeli ratusan tiket yg harganya jutaan.
apakah dengan ini smua

Sabtu, 18 Desember 2010

Amal yang Tetap Bermakna


Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.
Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.
Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggungjawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qalbu.
Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.
Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.
Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.
Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.
Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapakan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.
Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.
Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :
Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"
Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).
Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"
Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).
Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"
Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).
"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta.
Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"
Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."
Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.
Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahuakbar.***
Bundel by UGLY --- Jan '02
Orang-orang yang ikhlas adalah orang yang kualitas beramalnya dalam kondisi ada atau tidak ada orang yang memperhatikannya adalah sama saja. Berbeda dengan orang yang kurang ikhlas, ibadahnya justru akan dilakukan lebih bagus ketika ada orang lain memperhatikannya, apalagi bila orang tersebut dihormati dan disegani.
Sungguh suatu keberuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang ikhlas ini. Betapa tidak? Orang-orang yang ikhlas akan senantiasa dianugerahi pahala, bahkan bagi orang-orang ikhlas, amal-amal mubah pun pahalanya akan berubah jadi pahala amalan sunah atau wajib. Hal ini akibat niatnya yang bagus.
Maka, bagi orang-orang yang ikhlas, dia tidak akan melakukan sesuatu kecuali ia kemas niatnya lurus kepada ALLOH saja. Kalau hendak duduk di kursi diucapkannya, "
Bismilahirrahmanirrahiim, ya ALLOH semoga aktivitas duduk ini menjadi amal kebaikan". Lisannya yang bening senantiasa memuji ALLOH atas nikmatnya berupa karunia bisa duduk sehingga ia dapat beristirahat menghilangkan kepenatan. Jadilah aktivitas duduk ini sarana taqarrub kepada ALLOH.
Karena banyak pula orang yang melakukan aktivitas duduk, namun tidak mendapatkan pertambahan nilai apapun, selain menaruh [maaf!] pantat di kursi. Tidak usah heran bila suatu saat ALLOH memberi peringatan dengan sakit ambaien atau bisul, sekedar kenang-kenangan bahwa aktivitas duduk adalah anugerah nikmat yang ALLOH karuniakan kepada kita.
Begitupun ketika makan, sempurnakan niat dalam hati, sebab sudah seharusnya di lubuk hati yang paling dalam kita meyakini bahwa ALLOH-lah yang memberi makan tiap hari, tiada satu hari pun yang luput dari limpahan curahan nikmatnya.
Kalau membeli sesuatu, perhitungkan juga bahwa apa yang dibeli diniatkan karena ALLOH. Ketika membeli kendaraan, niatkan karena ALLOH. Karena menurut Rasulullah SAW, kendaraan itu ada tiga jenis, 1) Kendaraan untuk ALLOH, 2) Kendaraan untuk setan, 3) Kendaraan untuk dirinya sendiri. Apa cirinya? Kalau niatnya benar, dipakai untuk maslahat ibadah, maslahat agama, maka inilah kendaraan untuk ALLOH. Tapi kalau sekedar untuk pamer, ria, ujub, maka inilah kendaraan untuk setan. Sedangkan kendaraan untuk dirinya sendiri, misakan kuda dipelihara, dikembangbiakan, dipakai tanpa niat, maka inilah kendaran untuk diri sendiri.
Pastikan bahwa jikalau kita membeli kendaraan, niat kita tiada lain hanyalah karena ALLOH. Karenanya bermohon saja kepada ALLOH, "Ya ALLOH saya butuh kendaraan yang layak, yang bisa meringankan untuk menuntut ilmu, yang bisa meringankan untuk berbuat amal, yang bisa meringankan dalam menjaga amanah". Subhanallah bagi orang yang telah meniatkan seperti ini, maka, bensinnya, tempat duduknya, shockbreaker-nya, dan semuanya dari kendaraan itu ada dalam timbangan kebaikan, insya ALLOH. Sebaliknya jika digunakan untuk maksiyat, maka kita juga yang akan menanggungnya.
Kedahsyatan lain dari seorang hamba yang ikhlas adalah akan memperoleh pahala amal, walaupun sebenarnya belum menyempurnakan amalnya, bahkan belum mengamalkanya. Inilah istimewanya amalan orang yang ikhlas. Suatu saat hati sudah meniatkan mau bangun malam untuk tahajud, "Ya ALLOH saya ingin tahajud, bangunkan jam 03. 30 ya ALLOH". Weker pun diputar, istri diberi tahu, "Mah, kalau mamah bangun duluan, bangunkan Papah. Jam setengah empat kita akan tahajud. Ya ALLOH saya ingin bisa bersujud kepadamu di waktu ijabahnya doa". Berdoa dan tidurlah ia dengan tekad bulat akan bangun tahajud.
Sayangnya, ketika terbangun ternyata sudah azan subuh. Bagi hamba yang ikhlas, justru dia akan gembira bercampur sedih. Sedih karena tidak kebagian shalat tahajud dan gembira karena ia masih kebagian pahalanya. Bagi orang yang sudah berniat untuk tahajud dan tidak dibangunkan oleh ALOH, maka kalau ia sudah bertekad, ALLOH pasti akan memberikan pahalanya. Mungkin ALLOH tahu, hari-hari yang kita lalui akan menguras banyak tenaga. ALLOH Mahatahu apa yang akan terjadi, ALLOH juga Mahatahu bahwa kita mungkin telah defisit energi karena kesibukan kita terlalu banyak. Hanya ALLOH-lah yang menidurkan kita dengan pulas.
Sungguh apapun amal yang dilakukan seorang hamba yang ikhlas akan tetap bermakna, akan tetap bernilai, dan akan tetap mendapatkan balasan pahala yang setimpal. Subhanallah. ***

Jumat, 17 Desember 2010

Bagaimana Dengan Hatimu

Segala puji bagi Allah yg telah menghiasi hidup ini dengan cahaya kasih sayanknya yg telah meruah penuh hingga kemilaunya meresap pada tiap kalbu yg selalu tertunduk akan kebesarannya. karena itu kalbu orang yang beriman selalu bersinar dan menyinari segala tatap dan langkah pada tiap titian kehidupannya sampai akhirnya dapat menyingkapkan tabir kerinduan pada sang kekasih pujaan Allah SWT.

Kalbu atau hati ibarat cermin, kalau cermin itu bersih dari kotoran dan noda, maka segalanya dapat terlihat, namun kebalikannya apabila cermin itu kotor maka kita tidak dapat lagi membedakan suatu rupa yg baik atau buruk. lalu bagaimana caranya agar hati ini bersih kembali yaitu dengan segera bertaubat ,dan bersungguh-sungguh untuk memelihara hatinya agar tetap bersih. Rasulullah SAW memberikan solusi lain agar hati ini tetap bersih yaitu banyak mengingat mati ,membaca Alqur'an, dan berdzikir .

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar berkata : Wahai Rasulullah dimanakah Allah..,dibumi atau dilangit..?,maka beliau menjawab..:didalan hati hamba2nya yang beriman. Didalam sebuah hadist Qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman : Bumi dan langitku tidak dapat memuatku, tetapi hati hambaku yg berimanlah yg lemah lembut dan tenang yg dapat memuatku. Karena itu Umar berkata : ' Hatiku melihat Tuhanku..'

Karena itu kita dianjurkan untuk berdo'a agar Allah selalu mengisi kisi kalbu ini hingga segala karunia dan kemuliaan illahi selalu terbuka dan menyemayam abadi. Banyak cara agar kita selalu berdekatan dengan Allah SWT, salah satunya adalah dengan selalu mengingatnya dalam tiap riak kehidupan sehingga bilur kerinduan untuk berjumpa dengannya akan tersemai subur dan indah. Dalam sebuah hadist qudsi dikatakan Didalam hati orang-orang yang selalu berbuat baik ada sebuah kerinduan untuk berjumpa denganku, Padahal kerinduanku untuk berjumpa dengan mereka adalah lebih besar lagi. Maka barangsipa yg memiliki kebahagiaan ini maka ia menjadi orang alim yang Rabbani, hal ini juga dikatakan oleh Ali ra bahwa Allah mempunyai tempat di buminya, yaitu Hati. Hati yang lembut terhadap saudara-saudaranya seagama, Hati yg teguh dalam urusan agamanya, dan Hati yang jernih dalam keyakinannya.

Rasulullah SAW meriwayatkan dalam sebuah Hadist Qudsi : Aku [ Allah SWT ] mendatangi mereka dengan wajahku . Tahukah engkau jika aku menghadapkan wajahku padanya, dan apakah yang akan kuberikan padanya..?, yaitu kuberikan cahayaku yg aku lemparkan kedalam hati mereka, maka mereka mengabarkan tentangku sebagaimana aku mengabarkan tentang mereka.

Sesungguhnya orang-orang mukmin berjalan diatas cahaya Allah SWT sehingga ia tidak takut lagi kecuali kepada allah SWT, tidak cemas kecuali kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah SWT, maka ketika itulah Allah menjadi pendengar yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya , menjadi tangan yang ia memegang tangannya, dan mejadi kaki yang ia berjalan dengannya, subhanallah..

Terakhir , bahwa Hati ini memiliki pintu yang padanya setan menembus menuju pintunya yang behubungan dengan alam ghaib, setan membisikan didalamnya sebagaimana Malaikat membisikkan. Sifat tercela merupakan tempat setan menuju hati, oleh karena itu dengan Bismillah dan selalu berdo'a agar kita membuka hati ini dengan cahaya Illahi dan menutupnya dari tiap intaian pandangan syaitan yg menyesatkan.
Wassalamu'alaikum wr wb.

Bagaimana Dengan Hatimu

Segala puji bagi Allah yg telah menghiasi hidup ini dengan cahaya kasih sayanknya yg telah meruah penuh hingga kemilaunya meresap pada tiap kalbu yg selalu tertunduk akan kebesarannya. karena itu kalbu orang yang beriman selalu bersinar dan menyinari segala tatap dan langkah pada tiap titian kehidupannya sampai akhirnya dapat menyingkapkan tabir kerinduan pada sang kekasih pujaan Allah SWT.

Kalbu atau hati ibarat cermin, kalau cermin itu bersih dari kotoran dan noda, maka segalanya dapat terlihat, namun kebalikannya apabila cermin itu kotor maka kita tidak dapat lagi membedakan suatu rupa yg baik atau buruk. lalu bagaimana caranya agar hati ini bersih kembali yaitu dengan segera bertaubat ,dan bersungguh-sungguh untuk memelihara hatinya agar tetap bersih. Rasulullah SAW memberikan solusi lain agar hati ini tetap bersih yaitu banyak mengingat mati ,membaca Alqur'an, dan berdzikir .

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar berkata : Wahai Rasulullah dimanakah Allah..,dibumi atau dilangit..?,maka beliau menjawab..:didalan hati hamba2nya yang beriman. Didalam sebuah hadist Qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman : Bumi dan langitku tidak dapat memuatku, tetapi hati hambaku yg berimanlah yg lemah lembut dan tenang yg dapat memuatku. Karena itu Umar berkata : ' Hatiku melihat Tuhanku..'

Karena itu kita dianjurkan untuk berdo'a agar Allah selalu mengisi kisi kalbu ini hingga segala karunia dan kemuliaan illahi selalu terbuka dan menyemayam abadi. Banyak cara agar kita selalu berdekatan dengan Allah SWT, salah satunya adalah dengan selalu mengingatnya dalam tiap riak kehidupan sehingga bilur kerinduan untuk berjumpa dengannya akan tersemai subur dan indah. Dalam sebuah hadist qudsi dikatakan Didalam hati orang-orang yang selalu berbuat baik ada sebuah kerinduan untuk berjumpa denganku, Padahal kerinduanku untuk berjumpa dengan mereka adalah lebih besar lagi. Maka barangsipa yg memiliki kebahagiaan ini maka ia menjadi orang alim yang Rabbani, hal ini juga dikatakan oleh Ali ra bahwa Allah mempunyai tempat di buminya, yaitu Hati. Hati yang lembut terhadap saudara-saudaranya seagama, Hati yg teguh dalam urusan agamanya, dan Hati yang jernih dalam keyakinannya.

Rasulullah SAW meriwayatkan dalam sebuah Hadist Qudsi : Aku [ Allah SWT ] mendatangi mereka dengan wajahku . Tahukah engkau jika aku menghadapkan wajahku padanya, dan apakah yang akan kuberikan padanya..?, yaitu kuberikan cahayaku yg aku lemparkan kedalam hati mereka, maka mereka mengabarkan tentangku sebagaimana aku mengabarkan tentang mereka.

Sesungguhnya orang-orang mukmin berjalan diatas cahaya Allah SWT sehingga ia tidak takut lagi kecuali kepada allah SWT, tidak cemas kecuali kepada Allah, tidak meminta kecuali kepada Allah SWT, maka ketika itulah Allah menjadi pendengar yang ia mendengar dengannya, menjadi penglihatan yang ia melihat dengannya , menjadi tangan yang ia memegang tangannya, dan mejadi kaki yang ia berjalan dengannya, subhanallah..

Terakhir , bahwa Hati ini memiliki pintu yang padanya setan menembus menuju pintunya yang behubungan dengan alam ghaib, setan membisikan didalamnya sebagaimana Malaikat membisikkan. Sifat tercela merupakan tempat setan menuju hati, oleh karena itu dengan Bismillah dan selalu berdo'a agar kita membuka hati ini dengan cahaya Illahi dan menutupnya dari tiap intaian pandangan syaitan yg menyesatkan.
Wassalamu'alaikum wr wb.

Kamis, 16 Desember 2010


4 Golongan Lelaki Ahli Neraka
________________________________________

Di hari akhirat, ada 4 golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita. Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah itu. Mereka ialah :


1. Ayahnya
Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar shalat, mengaji & sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat. Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja. Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya
Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak-tanduk isterinya. Bergaul bebas di luar, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan mahram. Apabila suami berdiam diri walaupun dia seorang alim, seperti tidak pernah lalai shalat, puasa tidak ketinggalan. Maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggung jawab menjaga saudara wanita jatuh ke pangkuan abang-abangnya. Jikalau mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan melenceng dari ajaran ISLAM, tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu berbuat kemungkaran, pengumpat, & sebagainya, maka anak itu akan ditanya dan diminta pertangungjawabannya di akhirat kelak.

Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan saja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan mereka.

Firman ALLAH SWT: "HAI ANAK ADAM PERIHARALAH DIRI KAMU SERTA AHLIMU DARI API NERAKA DI MANA BAHAN PEMBAKARNYA IALAH MANUSIA, JIN DAN BATU-BATU..."

Harga seorang muslim adalah sangat berharga. Allah SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslim dijamin masuk syurga (siapa pun yang mengucapkan kalimah tauhid), oleh karena itu janganlah kita membuang atau tidak mengindahkan janji dan peluang yang Allah SWT berikan pada kita. WAllohu A'lam Bi Showab

Rabu, 15 Desember 2010

CARILAH ALLAH BUKAN SYURGANYA

Tuan Syurga lebih utama daripada Syurga-Nya
Carilah Tuhan , jangan cari fadhilat-Nya
Dapat Tuhan, dapat segala-galanya

Cari Tuhan karena kita hendak menghambakan diri kita kepada-Nya
Cari Syurga atau fadhilat-Nya
Artinya hendak membesarkan nikmat Tuhannya
Mengapa hendak memperbesar diri kepada makhluk??
Menghambakan diri kepada Khalik kan lebih utama

Mengejar fadhilat, rasa berTuhan tidak ada
Jika rasa berTuhan tidak ada,rasa kehambaan pun tidak ada
Sedangkan fungsi hamba adalah melahirkan rasa kehambaan
Kalau rasa kehambaan tidak ada
Mazmumah tidak akan dapat dimusnahkan

Karena itu orang yang beribadah
Karena Syurga atau fadhilat
Perangainya tidak berubah
Bahkan adakalanya ibadahnya itulah
Yang menyuburkan mazmumahnya

Mengapa beribadah karena Syurga dan fadhilat??
Syurga dan fadhilat adalah hak Tuhan
Yang memang telah ditentukan-Nya

Carilah Tuhan
Dapat Tuhan, Syurga dan fadhilat-Nya dapat juga
Karena itu Syurga dan fadhilatnya tidak perlu difikirkan

Cari Syurga atau fadhilat
Syurga atau fadhilat belum tentu dapat
Tuhan sudah tentu tidak dapat
Yang hendak kita cintai adalah Tuhan
Karena Dia Pencipta kita
Bukan Syurga dan fadhilat yang hendak kita cintai
Betulkan semula fungsi ibadah kita
Agar tujuan ibadah itu tepat kepada sasarannya